Griyanet Academy
payments

Basics of Segmented Pricing

Module 3.2.1

Pricing Strategy

1. Basics of Segmented Pricing

Unlock the power of price discrimination to maximize revenue and serve diverse customer needs.

1.1 Definition & Principles

Segmented pricing (also known as price discrimination) is a strategy where businesses charge different prices to different customer groups for essentially the same product or service. This is based on the reality that different customers have different willingness to pay.

verified Core Principles

  • check_circlePrice Sensitivity: Customers are charged based on their sensitivity to price, not just cost differences.
  • check_circlePerceived Value: Variations reflect differences in how much value a customer perceives.
  • check_circleGoal: To capture maximum consumer surplus and increase overall revenue.
  • check_circleRequirement: Must be able to prevent resale between segments.

1.2 Importance in Revenue Management

Segmented pricing is crucial for maximizing business performance. It enables companies to:

  • Serve price-sensitive customers.
  • Maintain premium pricing for others.
  • Optimize capacity utilization.

"Essential for industries with perishable inventory like hospitality and airlines."

Airline Revenue Management

1.3 Segmented vs. Uniform Pricing

tag

Uniform Pricing

  • remove Single price for all customers
  • add Simpler to implement
  • close Leaves money on the table (high WTP)
  • close May exclude price-sensitive users
style

Segmented Pricing

  • layers Multiple prices for groups
  • trending_up Captures additional revenue
  • groups Maximizes market coverage
  • lock Requires "Rate Fences"
translatePenjelasan dalam Bahasa Indonesiaexpand_more

Segmented pricing atau price discrimination adalah strategi menetapkan harga berbeda untuk kelompok pelanggan berbeda atas produk yang pada dasarnya sama. Strategi ini bertumpu pada kenyataan bahwa kesediaan membayar (willingness to pay) setiap pelanggan berbeda. Tujuannya menangkap consumer surplus sebanyak mungkin sehingga pendapatan total meningkat tanpa mengorbankan segmen mana pun.

  • check_circleHarga dibedakan berdasarkan price sensitivity dan perceived value pelanggan, bukan semata selisih biaya.
  • check_circleTujuan akhirnya: menangkap consumer surplus maksimal dan meningkatkan total pendapatan.
  • check_circleSyarat wajib: resale antarsegmen harus dapat dicegah, biasanya lewat rate fences.
  • check_circleManfaat: melayani pelanggan sensitif harga, mempertahankan harga premium, dan mengoptimalkan utilisasi kapasitas.
  • check_circleEssensial bagi industri ber-inventory perishable seperti perhotelan dan maskapai penerbangan.
  • check_circleDibanding uniform pricing: segmented menangkap pendapatan tambahan dan memperluas jangkauan pasar, namun butuh rate fences.

helpPertanyaan Umum (FAQ)

Apa itu segmented pricing atau price discrimination?

Segmented pricing adalah praktik mengenakan harga berbeda kepada kelompok pelanggan berbeda untuk produk atau layanan yang pada dasarnya sama, karena willingness to pay tiap kelompok berbeda. Melalui pendekatan ini perusahaan dapat melayani pelanggan sensitif harga sekaligus mempertahankan harga premium bagi yang bernilai tinggi.

Apa perbedaan segmented pricing dan uniform pricing?

Uniform pricing memakai satu harga untuk semua pelanggan: sederhana, tetapi menyisakan uang dari pelanggan dengan WTP tinggi dan bisa menyingkirkan pelanggan sensitif harga. Segmented pricing memakai beberapa harga per segmen sehingga menangkap pendapatan tambahan dan memperluas cakupan pasar, meski memerlukan rate fences.

Mengapa segmented pricing penting dalam revenue management?

Karena inventory perhotelan dan maskapai bersifat perishable, segmented pricing memastikan kapasitas terisi optimal: segmen sensitif harga mengisi periode sepi sementara segmen premium membayar lebih saat permintaan tinggi. Tanpa segmentasi, perusahaan kehilangan consumer surplus yang seharusnya bisa ditangkap.

Apa syarat agar strategi harga bersegmen berhasil?

Yang terpenting adalah mencegah resale antarsegmen, misalnya memasang rate fences seperti syarat pembatalan, durasi menginap, atau identitas pembeli. Perusahaan juga perlu mengenali sensitivitas harga tiap segmen agar perbedaan harga terasa adil dan dapat dipertahankan.