Griyanet Academy
analytics

Understanding Occupancy & RevPAR

Module 2.5.1

Understanding Occupancy & RevPAR

The core metrics of hotel success in Bali's competitive market.

analytics

Occupancy measures the percentage of available rooms that are sold for a specific period. It's the most basic indicator of demand.

Formula

(Sold / Available) × 100

lightbulb

In Bali, occupancy varies wildly between High Season (Jul-Aug, Dec) at 90%+ and Low Season (Feb-Mar) which can drop to 50%.

Bali Resort Illustration
trending_up

monitoring 2026 Forecast

MonthOcc %RevPARKey Driver
Jan88%IDR 2.7MPost-Nyepi Rebound
Apr78%IDR 2.0MEaster + ANZAC
Jul92%IDR 3.0MAus. Winter Break
translatePenjelasan dalam Bahasa Indonesiaexpand_more

Occupancy dan RevPAR adalah dua metrik inti kesuksesan hotel. Occupancy mengukur persentase kamar tersedia yang berhasil terjual pada suatu periode, sedangkan RevPAR (revenue per available room) menggabungkan harga dan volume menjadi satu angka tunggal. Keduanya harus dibaca bersama karena occupancy tinggi dengan ADR rendah justru dapat menekan margin laba.

  • check_circleRumus occupancy: (Sold / Available) × 100; indikator paling dasar dari tingkat demand.
  • check_circleRumus RevPAR: ADR × Occupancy %; metrik gold standard yang memadukan harga dan volume.
  • check_circleRevPAR trap: occupancy tinggi + ADR rendah = keausan kamar, biaya tenaga kerja naik, margin laba turun.
  • check_circleContoh Bali: high season (Jul-Agu, Des) occupancy 90%+ vs low season (Feb-Mar) bisa jatuh ke 50%.
  • check_circleBauran segmen contoh: leisure 45% (ADR 2,8M), domestik 25%, MICE/wedding 15% (ADR tertinggi 3,5M), digital nomad 10% pengisi low season.
  • check_circleContoh kalkulasi 150 kamar: terjual 120, ADR IDR 2,5M → occupancy 80%, RevPAR IDR 2M.

helpPertanyaan Umum (FAQ)

Bagaimana cara menghitung occupancy dan RevPAR?

Occupancy dihitung dengan (Sold / Available) × 100, sedangkan RevPAR dengan ADR × Occupancy %. Contoh hotel 150 kamar yang menjual 120 kamar pada ADR IDR 2,5M memiliki occupancy 80% dan RevPAR IDR 2 juta.

Mengapa RevPAR disebut metrik gold standard hotel?

RevPAR menggabungkan harga dan volume sehingga mampu membandingkan hotel yang penuh dengan tarif rendah melawan hotel setengah terisi dengan tarif tinggi. Angka ini menunjukkan strategi mana yang benar-benar lebih berhasil menghasilkan pendapatan per kamar tersedia.

Apa itu RevPAR trap?

Occupancy tinggi tidak selalu lebih baik; bila dicapai dengan ADR rendah, hotel menanggung keausan kamar dan biaya tenaga kerja lebih besar dengan margin lebih tipis. RevPAR yang dioptimalkan adalah keseimbangan sempurna antara harga dan volume.

Bagaimana segmentasi pasar memengaruhi occupancy dan RevPAR?

Setiap segmen berkontribusi berbeda: pada contoh pasar Bali, leisure menyumbang 45% tamu dengan ADR 2,8M, MICE memberi ADR tertinggi 3,5M, dan digital nomad mengisi low season dengan tinggal lama. Memahami bauran segmen membantu menargetkan occupancy dan RevPAR di tiap periode.